Luhut: Saya Ingin Lihat Kalau Fahri Nikahkan Putrinya Gimana


Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik jumlah undangan dalam pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu. Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan membela Jokowi.

"Ya nggak jugalah, orang banyak yang gitu. Masak orang nikah mesti diomongi," kata Luhut di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (7/11/2017).

Luhut meminta Fahri melihat sendiri jalannya pernikahan putri Jokowi. Dia jadi penasaran apabila Fahri menikahkan putrinya.

"Itu kan yang ngomong ya suruh lihat sendiri. Ntar saya pingin lihat kalau dia nikahin putrinya gimana," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Fahri menyayangkan jumlah undangan pernikahan Kahiyang yang mencapai lebih dari seribu tamu. Dia merujuk pada batasan jumlah undangan pesta pernikahan itu di Surat Edaran MenPAN-RB tentang Gerakan Hidup Sederhana.

"Dulu katanya nggak boleh ngundang pejabat lebih dari 400. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kayak lebih, gitu loh," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta. (detik)

Menteri Susi akan Diberi Gelar Doktor Honoris Causa oleh ITS


Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, akan mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Gelar itu akan diberikan pada puncak peringatan Dies Natalis ITS ke-57.

"Kami melihat bu Susi sebagai orang yang kompeten di bidangnya, khususnya dalam proses mengelola sumber daya perikanan dan kelautan," ujar Rektor ITS Joni Hermawan.

Lebih lanjut, Joni mengatakan, Susi tidak melihat laut sebagai sumber aktivitas perkonomian saja, tapi juga memperhatikan konservasinya.

"Kami pernah banyak diskusi dengan beliau dan beliau selalu berpikir dalam jangka panjang. Jadi dalam manajemennya, bu Susi selalalu memerhatikan keberlanjutan sumber daya dan ekosistemnya," tambah Joni.

Selain karena kiprah Susi yang telah mendunia dalam konservasi sumber daya kelautan dan perikanan, Susi juga telah memenuhi persyaratan dari sisi akademik.

"Jadi kami sudah kaji dan mencoba mengumpulkan hal-hal berkaitan dengan akademis sejak September 2016 lalu. Bu susi tidak diragukan lagi dengan keahliannya, terbukti dengan Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang dimilikinya berada di level 9 atau setara dengan gelar Doktor dalam akademik," jelas Joni.

Menteri Susi rencananya akan menerima gelar Doktor Honoris Causanya pada Puncak Dies Natalis ITS pada 10 November mendatang.

"Disana bu Susi juga sekaligus akan melakukan pidato tentang Manajemen dan Konservasi Sumber Daya Kelautan," ungkap Joni. (detik)

Meksiko Langsung Beli Pesawat N-219 Nurtanio yang Diresmikan Presiden Jokowi


Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan pesawat N-219 menamainya 'Nurtanio'. Pemerintah Meksiko langsung berminat dan hendak membeli pesawat tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, yang hari ini, Jumat (10/11) tengah melakukan pertemuan dengan pemerintah Meksiko.

"Pada hari ini, kami semua akan menyaksikan proses kesepakatan udara bilateral antara Dirjen Perhubungan Udara Republik Indonesia dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Meksiko, dan juga Letter of Intent antara Indonesia Aerospace (IAe/PT Dirgantara Indonesia) dan Promotora Aerospacial El Paso (PAEP) untuk membeli pesawat N219," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/11/2017).

Agus mengatakan, hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Meksiko memiliki sejarah yang panjang. Kedua negara terikat oleh rasa solidaritas sebagai anggota negara Non-Blok.

"Dulu, Presiden Indonesia pertama, Pak Soekarno, telah mengunjungi Meksiko beberapa kali, dan baru-baru ini kami baru saja mendengar bahwa Pemerintah Meksiko mengizinkan kami untuk menempatkan patung Soekarno di kota ini. Mohon terima apresiasi kami yang tertinggi kepada Pemerintah Meksiko mengenai hal ini," jelasnya.

Agus pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesepakatan yang terjadi antara Indonesia dengan Meksiko terkait pembelian pesawat N-219 'Nurtanio' ini.
"Sehubungan dengan tujuan pertemuan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Meksiko, dalam kesempatan ini diwakili oleh Dirjen DGAC, atas kesempatan yang sangat baik ini untuk membahas masalah penerbangan di antara dua negara. Kami berharap kerja sama ini dapat diformulasikan dalam bentuk Perjanjian Kelaikan Udara Bilateral," katanya.

Agus menjelaskan, saat ini penumpang dan kargo industri penerbangan di Indonesia tumbuh secara signifikan yang didukung oleh 60 pemegang Sertifikat Operator Udara (AOC). Operasional AOC ini didukung oleh sejumlah Organisasi Pemeliharaan yang Disetujui (AMO / MRO, perbaikan dan perbaikan perawatan) berbagai jenis pesawat terbang dan komponen serta sekolah percontohan dan insinyur.

"Kami juga telah membangun pabrik pesawat terbang yaitu Aerospace Indonesia yang telah memproduksi berbagai jenis pesawat terbang dan helikopter berdasarkan produksi dengan lisensi, kerjasama desain dan juga desain pesawat buatan sendiri," paparnya.

Agus melanjutkan, jenis pesawat komuter yang diproduksi oleh Aerospace Indonesia adalah NC212, CN235, prototipe N250 dan jenis pesawat baru yang sekarang dalam proses sertifikasi, N219, dan untuk helikopter adalah BO 105, Bell 412, Super Puma.

"Pesawat ini diproduksi dalam berbagai konfigurasi seperti untuk penumpang, kargo, evakuasi medis dan keduanya untuk kepentingan sipil dan militer," katanya.

"Saya percaya bahwa kita siap untuk menerima permintaan dari industri penerbangan Meksiko untuk konfigurasi pesawat terbang ini serta berbagai jenis perawatan pesawat terbang," tambahnya.

Agus juga menyampaikan, N-219 dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan yang bisa melayani rute pendek dengan 19 penumpang. Pesawat jenis ini sangat pas untuk menghubungkan banyak daerah terpencil di gunung maupun pada kondisi ekstrem lainnya.

"Dengan kinerja awal, N219 mampu mendarat di landasan pacu pendek dengan fasilitas bandara minimum. Dengan demikian, kami berharap pesawat ini bisa menjawab kebutuhan pesawat kecil untuk negara kita dan juga negara sahabat kita," katanya.

"Saya ingin menyampaikan kembali ucapan terima kasih kami kepada Pemerintah Meksiko atas kesempatan berharga ini. Kami berharap dapat memperkuat kerja sama kami di masa depan dalam bentuk apapun, terutama dalam memenuhi kebutuhan pesawat komuter di Meksiko dengan produk kami dan juga melayani armada anda di AMO/MRO kami," tambah Agus. (detik)

Kasus Surat Pimpinan KPK, Presiden Jokowi: Hentikan Kalau Tak Ada Bukti


Presiden Joko Widodo meminta kepolisian menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dengan terlapor dua pimpinan KPK apabila tidak ada bukti. Dua pimpinan yang dilaporkan adalah Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

"Kalau ada proses hukum, proses hukum. Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang tak berdasarkan bukti dan fakta. Saya minta dihentikan kalau ada hal seperti itu," kata Jokowi saat dimintai tanggapan atas kasus itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017).
Jokowi juga menegaskan hubungan KPK dengan Polri baik-baik saja. Tak ada masalah di antara kedua lembaga tersebut.

"Saya minta nggak ada kegaduhan," kata Jokowi.

Agus dan Saut dilaporkan Sandy Kurniawan, anggota tim pengacara Setya Novanto, dengan nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim. Bareskrim Polri telah menindaklanjutinya dengan menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dengan terlapor Agus dan Saut.

Terkait penerbitan SPDP itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga telah memanggil penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim. Tito mendapatkan laporan kasus itu dilaporkan pihak Setya Novanto pada 9 Oktober.

Agus dan Saut dilaporkan atas dugaan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan menggunakan surat palsu serta menyalahgunakan kekuasaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 421 KUHP.

Soal penyidikan kasus dugaan surat palsu, KPK menegaskan surat pencegahan Novanto sudah sesuai aturan yang berlaku, yaitu dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK dan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. (detik)

Ini Alasan Presiden Jokowi Beri Nama Nurtanio pada Pesawat N219


Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa purwarupa atau prototype pesawat N219 yang telah diberi nama Nurtanio merupakan hasil kerja keras putra dan putri bangsa Indonesia.

Jokowi menyebutkan, pemberian nama Nurtanio ini diberikan lantaran Laksana Muda Udara (Anumerta) ini mengabdikan seluruh hidupnya di dirgantara Indonesia.
"Ada sebuah kalimat dari Nurtanio yang patut kita hayati, sudah kita tidak perlu ribut-ribut yang penting kerja, dan inilah hasil kerja, putra-putri bangsa penerus Nurtanio dan akan terus dilanjutkan hingga generasi anak-anak kita nanti," kata Jokowi di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Jokowi menyebutkan, Nurtanio Pringgoadisuryo gugur dalam sebuah penerbangan uji coba. Pria asal Kalimantan, 3 Desember 1923 ini membuat pesawat layang Zogling NWG yang merupakan (Nurtanio-Wiweko-Glider) pada 1947.

"Laksama Nurtanio Pringgoadisuryo adalah patriot bangsa yang seluruh hidupnya di dharma baktikan ke dirgantaraan Indonesia, beliau gugur dalam sebuah penerbangan uji coba," ungkap dia.

Usai memberikan nama, Jokowi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Guntoro. Setelah itu, pesawat melakukan uji penerbangan. (detik)

Pesawat N219 Diberi Nama Nurtanio oleh Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memberikan nama Nurtanio pada prototipe pesawat N219 yang merupakan produk anak bangsa.


Pemberian nama pesawat N219 ini di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 09.10 WIB dengan mengenakan pakai sipil lengkap (PSL) ditemani oleh Ibu Iriana Joko Widodo.

"Dengan mengucap bismillah saya resmikan pesawat N219 sebagai pesawat Nurtanio," kata Jokowi di lokasi, Jumat (10/11/2017).

Dia mengatakan, pemberian nama Nurtanio ini lantaran semasa hidupnya hanya menghabiskan atau mengabdi kepada angkatan udara.

"Laksamana Nurtanio Pringgoadisuryo, seluruh hidupnya di dharmabaktikan ke dirgantaraan, beliau gugur pada saat penerbangan uji coba," jelas Jokowi.

Pesawat berkelir putih ini merupakan hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Di badan pesawat terlihat tulisan produk anak bangsa hadir untuk negeri ini mampu mengangkut 19 orang atau mengangkut beban hingga 7.030 kilogram (kg) saat take off dan 6.940 kg saat landing. Kecepatan pesawat N219 bisa mencapai 210 knot dengan kecepatan ekonomisnya 190 knot.

Setelah penamaan prototipe pesawat N219 oleh Jokowi, maka pesawat N219 masih harus melewati serangkaian uji terbang sekitar 300 jam. Uji terbang dilakukan untuk mendapatkan type certificate (TC).

Type certificate adalah sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPP) Kementerian Perhubungan. (detik)

Presiden Jokowi Taburkan Bunga di Makam Pahlawan


Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Pantauan di lokasi, Presiden Jokowi tiba di tempat acara pada pukul 08.07 WIB. Kemudian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu langsung menuju tempat upacara dan menerima laporan dari komandan upacara.

Selain menjadi inspektur upacara, pada kesempatan ini Jokowi juga memberikan penghormatan kepada mendiang para pahlawan. Ia menyematkan bunga di Tugu TMP Kalibata.

Setelah itu, upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kemudian Jokowi dan para peserta upacara menaburkan karangan bunga di makam para pahlawan.

Dalam upacara ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Kerja serta pimpinan lembaga negara. (liputan6)