Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tantangan berhadiah sepeda saat memberikan Surat Keputusan Izin Pemanfaatan Hutan di Boyolali, Jawa Tengah. Seorang kakek usia 83 tahun menjawab tantangan Jokowi tersebut.
Acara penyerahan Surat Keputusan Izin Pemanfaatan Hutan tersebut dilakukan di Lapangan Balai Desa Wonoharjo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (4/11/2017). Ada sekitar seribuan orang petani yang hadir.
Usai menyerahkan surat ke beberapa petani, Jokowi meminta beberapa petani untuk maju ke panggung bersama dirinya menjelaskan soal apa yang akan dilakukan di lahan perhutanan sosial tersebut.
Seorang petani maju ke panggung. Pria tersebut bernama Sojo asal Boyolali.
"Dapat berapa hektare?" tanya Jokowi.
"433 hektare. Dibagi 403 KK," jawab Sojo. Jokowi lalu menanyakan apa yang ditanam di lahan hutan negara tersebut.
"Jagung. Buah-buahan. Pelem, mangga. Jati juga, untuk nambah penghasilan," jawab Sojo.
Jokowi pun menanyakan kepada Sojo apakah dirinya akan mengambil pinjaman dari bank. Untuk diketahui beberapa bank BUMN menjadi pendukung program ini.
"Mau ambil pinjaman di bank nggak? Untuk KUR, mumpung ada Dirut BRI di sini," kata Jokowi.
"Ambil Pak, buat modal," jawab Sojo.
Jokowi kemudian mengingatkan Sojo untuk mengambil pinjaman di bank sesuai kebutuhan dan kalkulasi yang tepat. Jokowi ingin dana pinjaman itu digunakan untuk meingkatkan produktivitas pertanian.
Setelah itu, Jokowi menantang Sojo untuk melafalkan Pancasila. "Hafal Pancasila mboten (tidak)?" kata Jokowi.
"Insyaallah hafal Pak," jawab Sojo.
Sojo menerima tantangan tersebut namun tak lancar. Jokowi pun membimbing Sojo untuk melafalkan Pancasila tersebut.
"Tadi bicaranya jelas, tegas, tapi tadi agak kepeleset, tapi lancar," kata Jokowi.
"Ya sudah, sepedanya diambil," tambah Jokowi.
Tak puas, Jokowi kembali meminta salah seorang petani untuk maju menjelaskan pemanfaatan hutan yang dilakukan. Seorang petani maju. Dia tampak mengenakan rompi dan topi.
"Nama saya Rohali dari Delik, Pemalang," katanya mengenalkan diri. Jokowi lalu bertanya berapa luas lahan yang didapat Rohali.
"Cuma satu hekatare, Pak," kata Rohali. "Jangan 'cuma', saya aja nggak punya," timpal Jokowi.
Jokowi pun menanyakan tanaman apa saja yang ditanam Rohali di lahan tersebut.
"Petai. Sudah lima kali berbuah. Sebelum presiden Ibu Megawati saya sudah garap," kata Rohali.
Jokowi penasaran, apakah saat Megawati menjabat Presiden RI, Rohali sudah memegang izin pemanfaatan lahan. "Dulu sudah megang ndak?" kata Jokowi.
"Oh ndak, belum Pak," jawab Rohali.
"Itu kan nggak pegang izin pemanfaatan hutan? Kok berani?" tanya Jokowi.
"Ya, kan daripada jadi gundul dan kering, ya ditanami saja," jawab Rohali.
"Ya sudah, sekarang pegang ini. Diberi hak untuk pemanfaatan 35 tahun. Senang ndak?" timpal Jokowi.
"Senang Pak," jawab Rohali.
Jokowi kemudian mencari tahu apa saja yang ditanam di lahan yang dimanfaatkan Rohali. Setelah mendapat jawaban, Jokowi menantang Rohali untuk melafalkan Pancasila.
"Hafal Pancasila?" kata Jokowi.
"Mboten (tidak) hafal Pak," jawab Rohali.
"Umure pinten (umurnya berapa)? tanya Jokowi.
"Wolu doso tigo (83)" jawab Rohali.
"Umur 83 kok nggak hafal Pancasila?" tanya Jokowi lagi.
"Nggak hafal Pak," kata Rohali.
"Ya, nggak apa-apa, nanti saya tuntun. Coba, Pancasila," kata Jokowi yang kemudian melafalkan Pancasila kemudian diikuti oleh Rohali.
Setelah selesai, Jokowi memberikan Rohali hadiah sepeda.
"Pak Rohali ini umurnya 80 tahun tapi kayak masih 40," kata Jokowi tersenyum.
Setelah selesai menyerahkan surat keputusan dan hadiah sepeda, Jokowi kemudian bergeser menuju lokasi penyulingan kayu putih di Desa Karangwinong, Boyolali. Di sana Jokowi melihat langsung proses pengolahan daun minyak kayu putih hingga menghasilkan minyak kayu putih. (detik)